Bukan Lagi Seorang Pelupa

Berhubung usia saya masih jauh di bawah tiga puluh tahun, wajar jika saya sering merasa sebal jika ada orang yang tega mengatai saya pikun. Tapi masalahnya, saya memang tergolong sangat pelupa untuk ukuran orang yang umurnya baru dua puluhan. Segala macam produk yang mengaku dapat meningkatkan daya ingat sudah pernah saya coba, namun hasilnya nihil. Sampai beberapa waktu lalu saya masih memiliki kebiasaan membawa buku catatan kemana-mana, agar tiap hal penting bisa segera saya catat demi mengimbangi sifat pelupa saya ini.

Tapi sekarang kebiasaan lupa dan membawa buku catatan ke segala tempat itu sudah hilang sama sekali. Tepatnya sejak saya rajin mengamalkan Hizib Fatihah yang saya pesan dari www.hizibfatihah.com. Sebagian orang yang membaca kesaksian saya ini mungkin tidak akan percaya, bagaimana ceritanya mengamalkan wirid bisa mengobati sifat pelupa seseorang?

Bisa saja. Jangankan mengobati sifat pelupa, mengobati penyakit yang beraneka ragamnyapun saya yakin bisa. Sebab segala kesembuhan itu datangnya dari Allah, sementara Hizib Fatihah adalah usaha yang dapat kita lakukan untuk meminta kesembuhan dari Dia Yang Maha Kuasa. Semoga pengalaman yang saya bagi disini dapat menjadi pembelajaran dan motivasi bagi mereka-mereka yang tengah mencari kesembuhan, atau tengah mencari berkah penyembuhan yang berasal dari energi ilahiah. Amin.

Lusianawati – Bantul

<== KEMBALI